Selamat Pagi Surabaya

Mungkin saja anda buka blog ini siang, sore, malam, atau bahkan tengah malam, namun sapaan “selamat pagi” untuk anda adalah abadi. Selamat pagi, menunjukan sebuah semangat, sebuah bentuk apresiasi terhadap eksistensi anda dalam kegiatan harian, sukses buat anda!!!

Selamat datang dalam lembaran-lembaran diskursus panjang dalam hidup, sebelum anda menyelami kisah-kasih KombaS atanu bahkan tenggelam bersama kami, tentunya anda ingin tahu tentang kami bukan?

KombaS hanyalah sebuah masyarakat kecil, serpihan dari sekian banyak sempalan kegiatan yang bergeliat di surabaya, khususnya IAIN Sunan Ampel. berangkat dari sebuah kegelisahan, kekhawatiran, atau bahkan sebuah kekecewaan terhadap lingkungan akademis yang tidak mencerminkan aktivitas akademik. Suatu hari KombaS “lelaku” di sudut gedung fakultas dakwah IAIN Sunan Ampel, ada sebuah “rombong” (gerobak) yang konon katanya peninggalan komunitas Suket, terdapat sebuah tulisan yang cukup menggelitik tertoreh di atas nya, “tipis bedhone wong bodho ambe’ wong sing ga tau mocho”. kalimat ini sangat sederhana namun, fedback nya cukup luar biasa. Kami yang selama ini ada dilingkungan akademik saja tidak banyak menemukan geliat baca dan ilmiah apalagi lingkungan masyarakat surabaya.

beberapa hal di atas kemudian disambut oleh beberapa sahabat dengan berkumpul dan mendeklarasikan KombaS tepat pada tanggal 29 Agustus 2007 di halaman Toko Buku IAIN Sunan Ampel. “ngariung” yang saat itu sempat dihadiri oleh bapak Proff. DR. Nursyam, M.Si (kala itu PR II IAIN Surabaya) menghasilkan beberapa catatan penting; pertama terpilihnya Mas Habib Mustofa, M.S.i sebagai direktur Kombas, serta beberapa tantangan untuk mengenalkan KombaS kepada masyarakat Surabaya.

Hal kedua kemudian kami tanggapi dengan berdiskusi dan menulis, hingga beberapa kali kami mampu menelurkan tulisan kami di media massa (walau orangnya itu-itu juga), mengadakan beberapa kegiatan seminar dan kaderisasi terhadap beberapa sahabat yang saat itu kita beri “label” RWeT (baca; ruwet).

Namun, pasca itu terjadi beberapa kendala (sebenarnya hanya apologi atas kemalasan kami) sehingga RWeT atau bahkan KombaS tak bisa kami “openi” tak lama Kombas dan RWeT-pun…MATI!

Sahabat, tepat 1 tahun setelah lahirnya, kami berencana untuk menguburkan KombaS pada bulan agustus, namun ada beberapa sahabat yang menganggap KombaS belum mati, kata mereka KombaS hanya SAKIT kalaupun MATI hanyalah MATI SURI. Atas dasar itu kami berkumpul, menyiapkan sekretariat yang bertempat di Toko Buku IAIN Sunan Ampel, serta beberapa instrumen lain demi mengumpulkan lagi yang telah berserak, hingga akhirnya kami ingin kabarkan pada kalian, pada SURABAYA, bahkan pada DUNIA bahwa kami masih ada, hidup setelah tidur yang cukup lama dan panjang.

selamat datang kami ucapkan, terima kasih atas “takziyah” anda, selamat menelusuri labirin cinta kasih kami dalam Komunitas Baca Surabaya.

wallahulmunafiq ila aqwami as-syariq,

wassalam

el-Faridzie

Published in: on Desember 11, 2008 at 5:26 am  Comments (2)  

The URI to TrackBack this entry is: https://kombas.wordpress.com/2008/12/11/selamat-pagi-surabaya/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. selamat siang kombas, saya sangat setuju dengan anda, kita memang harus bangun komunitas baca untuk menciptakan suasana yang representatif dalam ruang-ruang ilmiah, tentunya tidak harus diruang kelas…:)

  2. bergabunglah dengan kami di KombaS saudara ku….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: